Kamis, 23 Juni 2016

pertemuan 4

A.    Membaca Karakter pada Posisi Kursor

Pada sub bab sebelumnya sudah dipelajari bagaimana cara menampilkan karakter dan string pada posisi kursor tertentu di layar. Pada sub bab ini akan dipelajari cara mengetahui nilai karakter dan warna karakter yang sudah tercetak dilayar. Seperti telah kita ketahui sebelumnya bahwa layar monitor pada mode teks normal terdiri dari suatu baris dan kolom. Dengan mengarahkan kursor pada baris dan kolom tertentu, dapat kita ketahui karakter/huruf yang tercetak dan warna dari karakter/huruf tersebut.
Nomor interupsi yang digunakan untuk mengetahui karakter dan warna karakter pada posisi tertentu adalah interupsi 10 heksadesimal servis 8 heksadesimal. Berikut ini adalah prosedur untuk menjalankan interupsi tersebut:
 Register AH harus bernilai 8 heksadesimal.
 Register BH berisi nomor halaman tampilan, halaman pertama nilainya 0.

Setelah interupsi dijalankan maka register AH akan berisi nilai warna dari karakter dan register AL akan berisi karakter/huruf yang ditampilkan. Berikut ini adalah contoh sederhana untuk membaca karakter pada posisi tertentu dilayar. Untuk menyederhanakan kode program, contoh berikut akan menggunakan fungsi standar gotoxy, textcolor, textbackground, cprintf dan int86. Simpan contoh program berikut ini dengan nama project contoh08.ide dan file kode program contoh08.cpp.
Contoh 8:
 #include <conio.h>
 #include <dos.h>
 #include <stdio.h>
 #include <stdlib.h>

 #define VIDEO_INT 0x10 // Nomor interupsi video
 #define UCHAR unsigned char // Tipe data UCHAR

 UCHAR getCharAttr(UCHAR *attr);

 int main(void)
 {
 UCHAR huruf, warna;

 clrscr(); // Bersihkan layar
 gotoxy(10, 5); textcolor(15); // Warna karakter
 textbackground(5); // Warna dasar karakter
 cprintf(" Latihan C++ "); // Cetak string
 gotoxy(13, 5); // Pindah posisi kursor

 huruf = getCharAttr(&warna); // Baca nilai karakter
                                                // dan atributnya



Pada program diatas, fungsi yang dibuat untuk membaca karakter dan warna atributnya adalah fungsi getCharAttr. Fungsi ini mengirimkan parameter dengan tipe data unsigned character secara acuan. Setelah fungsi tersebut dijalankan, parameter attr berisi nilai warna atribut dari karakter sedangkan fungsi getCharAttr sendiri mengembalikan nilai karakter yang dibaca.
B.     ASCII Extended Character Set
ASCII Extended Character Set (set karakter ASCII perluasan) adalah karakter ASCII dengan kode atau nomor urut 128 sampai dengan 255 desimal. Umumnya set karakter perluasan ini digunakan agar tampilan program yang berbasis teks menjadi lebih menarik karena dapat digunakan untuk menampilkan bingkai, tabel, simbol-simbol khusus dalam aksara Yunani (seperti alpha, beta, gamma dan seterusnya) dan simbol-simbol khusus matematika (seperti integral, akar kuadrat dan pangkat dua). Gambar-gambar berikut ini menampilkan nomor urut serta karakter ASCII reguler dan perluasan.
Berikut ini adalah contoh program yang sangat sederhana untuk membuat sebuah bingkai. Program ini akan menggunakan fungsi writeChar, writeString, setCursorPos yang telah dibuat pada program sebelumnya.
Contoh 9:
 #include <conio.h>
 #include <dos.h>
 #include <stdio.h>
 #include <stdlib.h>

 #define VIDEO_INT 0x10
 #define UCHAR unsigned char

 void setMode(UCHAR mode);
 void getCursorPos(UCHAR *y, UCHAR *x);
 void setCursorPos(UCHAR y, UCHAR x);
 void writeChar(UCHAR letter, UCHAR attr);
 void writeString(UCHAR *str, UCHAR attr);

 int main(void)
 {
 UCHAR baris, kolom;
 UCHAR pilih;

 setMode(3);
 setCursorPos(4, 4); writeChar(213, 0x17);
 setCursorPos(4, 74); writeChar(184, 0x17);
 setCursorPos(20, 4); writeChar(192, 0x17);
 setCursorPos(20, 74); writeChar(217, 0x17);



Tidak ada komentar:

Posting Komentar